Cegah Virus Corona, Pelabuhan Soekarno Hatta Hadirkan Thermal Scanner

KabarVideo.com — Serangan Virus Corona yang saat ini telah menyebar. Beberapa Negara mulai melakukan pengamanan dan upaya pencegahan masuknya virus. Tak terkecuali Indonesia khususnya Kota Makassar. Mulai pencegahan ringan dengan cara mencuci tangan, memakai masker dan upaya mendeteksi korban yang terjangkiti Virus Corona dengan alat Thermal Scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh.

Kota Makassar menjadi salah satu Kota yang melakukan upaya tersebut dengan menghadirkan alat pendeteksi subu tubuh di Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta.

Hal tersebut sesuai dengan pantauan KabarVideo.com, nampak alat Thermal Scanner di letakkan pada pintu masuk keluar penumpang, baik penumpang yang akan melakukan perjalanan maupun bagi yang baru datang. Diketahui para penumpang, baik yang datang maupun yang baru akan berangkat tidak ada yang terdeteksi Virus Corona dari hasil alat pendeteksi tubuh tersebut.

“Alat ini adalah alat pendeteksi tubuh jadi bagi semua penumpang yang datang jika suhu tubuhnya dia atas 38 derajat celcius maka kita akan pisahkan dengan penumpang lainnya, jadi tandanya kalau dilayar alat Scanner ini berwarna merah artinya mereka memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, tapi belum bisa kita pastikan bahwa dia terjangkit virus karena bisa jadi mungkin karena demam atau sebagainya tapi kalau pun memang dia punya suhu badan 38 derajat kita saring lagi dan kita liat dia berasal dari mana, misal dari negara terjangkit baru kita curigai tapi kalau bukan kita bebaskan saja.” ucap Abd Rahman, Operator Thermal Scanner dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) saat di wawancarai tengah melakukan pengecekan di pelabuhan Soekarno Hatta (29/1).

Sekedar diketahui alat tersebut baru didatangkan kemarin pada (28/1) di Pelabuhan Soekarno Hatta. Sementara untuk pengoperasian alat tersebut akan dihentikan pemakaiannya jika telah mendapatkan keputusan dari Kementerian Kesehatan dan Direktur Jenderal KKP.

Selain itu penggunaan alat Thermal Scanner tersebut penggunaanya tidak begitu dioptimalkan jika penumpangnya masih di lingkup Indonesia, pasalnya di Indonesia masih dinyatakan aman dari Virus Corona. “Kalau di Indonesia kan belum ada kasusnya, yang kami khawatirkan itu penumpang yang dari Negara-Negara perbatasan misalnya Malaysia dan Labuan Bajo. Dan memang alat ini kita fokus ke Negara-Negara perbatasan.” tutupnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on google
Google+
Share on email
Email